Al.IMDAD.ALIYAH.NET. BANTUL — Pada hari Sabtu (13/12) Bidang Bimbingan Konseling (BK) MA Unggulan Al Imdad bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) menggelar acara “Motivasi Lolos Perguruan Tinggi Negeri oleh Alumni” sebagai kegiatan pembuka dari rangkaian panjang BEASISWA BAZNAS yang akan dilaksanakan mendatang. Kegiatan kali ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 12 MA Unggulan Al Imdadn dan menghadirkan narasumber dari unsur alumni MA Unggulan Al Imdad yang lulus pada tahun ajaran 2024/2025 dan kini telah resmi menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan sebagian diantaranya juga berhasil mendapatkan beasiswa kuliah. Hadir pula para Wakil Kepala Sekolah, guru MA Unggulan Al Imdad, pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Imdad dan guru-guru BK sebagai penyelenggara atas rangkaian kegiatan beasiswa BAZNAS.

Yayuk Afifah, M.Pd. selaku Waka Kesiswaan mewakili Kepala MA Unggulan Al Imdad, K.H. Ahmad Murod, S.Ag. menyampaikan sambutan dan pembukaan perdana kegiatan BEASISWA BAZNAS tahun 2025. Dalam sambutannya, Yayuk Afifah, M.Pd menyampaikan ucapan selamat datang kepada para motivator (narasumber) yang juga alumni MA Unggulan Al Imdad dan harapannya kepada siswa-siswi kelas 12 MA Unggulan Al Imdad untuk bisa mengikuti jejak sukses kakak-kakaknya. “Saya berharap anak-anak kelas 12 mengikuti kegiatan ini dengan disiplin, tertib, dan cerdas maksudnya bisa berpartisipasi untuk bertanya dan aktif sesuai dengan topik hari ini. Selain itu, kami juga berharap kalian akan bisa termotivasi dan mengikuti jejak kakak-kakak untuk bisa melanjutkan studi sesuai harapan. Kuliah tidak harus di PTN tetapi bisa juga kuliah di perguruan tinggi swasta bahkan perguruan tinggi di luar negeri. Kakak-kakak kalian yang didepan adalah mereka yang lulus tahun kemarin, mungkin pada tahun yang akan datang, kalianlah yang berada di depan sebagai motivator sebagaimana kakak-kakak kalian saat ini,” tutur Waka Kesiswaan.
Selain itu, Yayuk Afifah, M.Pd juga menekankan beberapa poin penting yang diharapkan dari acara kali ini yakni pentingnya pendidikan sebagai kunci kesuksesan dan perubahan dalam hidup seseorang. Selain itu acara ini juga mendorong semangat juang para siswa agar tekun dalam meraih cita-cita. Keberadaan forum ini juga diharapkan dapat memberikan keyakinan bahwa kesempatan beasiswa tersedia bagi siapa saja, mereka, yang berusaha. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi para peserta untuk memiliki rencana studi dan karier yang jelas atau visi pasca-studi.
Acara kali ini merupakan salah satu program kerja Bidang Bimbingan Konseling MA Unggulan Al Imdad. Amin Khotimah, S.Sos.I. selaku Korodinator Bidang Bimbingan Konseling dan UKS MA Unggulan Al Imdad menyampaikan harapan terhadap kegiatan-kegiatan yang dirancang khusus untuk mempersiapkan para siswa kelas 12 meraih cita-citanya dengan bisa diterima di perguruan tinggi yang diharapkan siswa, “Saya berharap, dengan kegiatan ini, anak-anak termotivasi untuk lanjut kuliah dan mempersiapkan diri dengan sungguh–sungguh agar bisa lolos di PTN dan mendapat beasiswa,” harap Amin Khotimah.
Diantara santri Pondok Pesantren Al Imdad yang diundang menjadi narasumber pada sesi ini yakni Rayya Alifta N.U. (mahasiswa Veteran Yogyakarta Jurusan Teknik Kimia) yang diterima melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi); Decha Taufikhurahmah (mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam); Alvin Haqqi M Sya’roni (mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jurusan Psikologi) yang diterima melalui jalur UTBKSNBT; Fatchul Mubin (mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Jurusan Teknik Informatika) yang diterima melalui Jalur SNBP dan sekaligus Beasiswa KIPK; Ahmad Muntaha Zalatil Ardli (mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jurusan Hukum Keluarga Islam) yang diterima melalui jalur UMPTKIN; Azalia Nanda Bahy (mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial) yang lolos beasiswa PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) 2024 Kemenag-UIN Sunan Kalijaga; Marselia Dwitanti (mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa UGM) yang diterima melalui jalur MANDIRI UGM dan lolos beasiswa KPIK; dan satu narasumber tidak bisa hadir karena sedang praktikum, Arina Nursarri yang diterima di UIN Sunan Kalijaga Jurusan Teknik Industri yang lolos beasiswa PBSB 2024.
Pada kesempatan kali ini para narasumber memberikan materi pemantik terkait dengan beberapa pertanyaan yakni 1) Kapan mulai persiapan masuk perguruan tinggi? 2) Pernah binggung mau pilih juruasan apa? 3) Siapa orang yang paling berpengaruh dalam memilih jurusan? 4) Bagaimana cara menyusun strategi lolos PTN? 5) Apa langkah kalau gagal di jalur pertama?
Decha Taufikhurahmah, alumni MA Unggulan Al Imdad turut berbagi pengalaman berharga ketika dalam masa transisi dari tinggal sebagai santri SMA di pondok pesantren ke statusnya sebagai mahasiswa. “Menjadi mahasiswa itu memiliki kebebasan penuh, ini tantangan yang sangat berat dan berarti. Kalian harus bisa menguasai diri kalian sendiri. Kalau ada teman yang kurang baik, jangan diikuti dan di kampus itu prinsip hidupnya sendiri-sendiri tidak seperti saat kita di pondok, segalanya bareng-bareng, senasib sepenaggungan. Di kampus, orang ditanya, sudah mengerjakan ini-itu belum? Mereka jawab belum tapi padahal mereka sudah mengerjakan. Jadi mereka berbohong. Jangan terlalu percaya pada orang lain ketika kalian tinggal di luar pesantren atau di kampus!” pesan Decha.
Sementara Alvin Haqqi M Sya’roni berbagi strategi bagaimana bisa diterima di kampus negeri, “Kalau betul-betul ingin kuliah (berbagai jalur masuk) maka kalian harus menguasai materi yang diberikan oleh lembaga bimbingan belajar yang disediakan oleh pihak pesantren. Karena itu materi dasar maka ketika kalian menguasai materi tersebut maka kemungkinan besar kalian akan lolos PTN. Saya sendiri menyesal mengapa dulu saya kurang serius dalam belajar persiapan masuk PTN,” tutur Alvin.
Sementara Ahmad Muntaha Zalatil Ardli menyampaikan siapa orang yang berperan besar atau mempengaruhi Ardli dalam memilih jurusan, tak lain dan tak bukan adalah para kakak kandung yang menjadi dasar keputusannya dalam memilih jurusan agama di UIN Sunan Kalijaga.
Penulis Berita : Mar’atul Uliyah, S.S.