Al.IMDAD.ALIYAH.NET. BANTUL — Bimbingan Konseling MA Unggulan Al Imdad mengadakan Seminar Parenting yang diikuti oleh seluruh orang tua siswa kelas 12 MA Unggulan Al Imdad, pengasuh santri, dan guru MA Unggulan Al Imdad. Seminar Parenting menghadirkan 2 (dua) narasumber yakni Dr. K.H. Habib Abdus Syakur, M.Ag. (pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad) yang menyampaikan materi tentang “Strategi Tepat Mendidik Gen Z” dan Dr. Nyai Hj. Maya Fitria, S.Psi., M.A. (pengasuh Pondok Pesantren Yayasan Ali Maksum Krapyak) yang menyampaikan materi mengenai “Urgensi Orang Tua dalam Penentuan Karir Anak”. Kegiatan berlangsung di Kompleks II Pondok Pesantren Al Imdad, Kedung, Pajangan, Bantul, DI Yogyakarta pada Ahad (14/12).
Dalam kesempatan ini, Kepala Madrasah Aliyah Unggulan Al Imdad memberikan sambutan selamat datang kepada para wali santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan menyampaikan tujuan penting dari digelarnya seminar parenting.
“Parenting itu intinya adalah kepengasuhan. Kenapa kita mengumpulkan bapak-ibu-pengurus kamar yang sehari-hari mendampingi santri karena kita harus ada kesamaan persepsi tentang kepengasuhan. Pengasuhan di masa kini dan masa lalu sudah berbeda. Apalagi dalam masa-masa ini masa yang sangat menentukan untuk kelas 12 dalam keberhasilan di masa mendatang. Untuk itulah, kita samakan persepsi antara pengasuhan di madrasah, rumah, dan di kamar pesantren agar bisa satu kata dalam mendidik anak-anak,” terang K.H. Ahmad Murod, S.Ag. “Kenapa harus dipersatukan persepsinya? Jikalau dulu dalam pengasuhan di pesantren ada model takziran (hukuman). Ketika anak-anak tidak patuh maka akan ditakzir. Ada takzir fisik atau yang lain. Nah, kalau sekarang, anak disabet itu dianggap melanggar hukum. Di-jiwit (dicubit) saja bisa menjadi persoalan ranah hukum. Sehingga pemerintah sekarang mencanangkan kurikulum cinta. Kurikulum cinta itu kurikulum yang didasarkan pada rasa kasih sayang kepada peserta didik sehingga para santri yang tidak taat itu tidak diberi hukuman atau takzir. Ketika madrasah menerapkan rasa kasih sayang itu maka pengasuhan di rumah pun kami harapkan juga sama,” imbuh Kepala MA Unggulan Al Imdad.
Sementara itu, Amin Khotimah, S.Sos.I, Koordinator Bimbingan Konseling dan UKS MA Unggulan Al Imdad sebagai penyelenggara acara ini menyampaikan juga tujuan diselenggarakannya seminar parenting yang ditujukan khusus untuk wali santri kelas 12 MA Unggulan Al Imdad, “Agar orang tua bisa menjalin komunikasi yang baik dengan putra-putrinya,” tutur beliau.
Dr. K.H. Habib Abdus Syakur, M.Ag. yang akrab dipanggil dengan nama Kyai Habib membuka sesi dengan pertanyaan yang dialami oleh banyak orang tua atau pun pendidik yang terkait dengan ciri-ciri Gen Z, “Ada ungkapan dari kita semuanya, cah sak iki kok bedo (anak zaman sekarang kok beda) ya? Sitik-sitik (sedikit-sedikit) handphone. Dinasehati membantah atau diam saja tapi tidak melakukan apa-apa. Ini semua jadi latar belakang mengapa saya bicara saat ini. Saya mencari dalil-dalil dan kemudian mendapat sebuah refleksi yang saya beri judul “Menyami Zaman, Menjaga Iman: Strategi Mendidik Generasi Z di Era Digital”, ” tutur Kyai Habib. Dari penelusuran beliau, Kyai Habib mendapatkan sebuah nasehat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra yang menyatakan, “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup pada zamannya bukan pada zamanmu”. Hal ini menjadi dasar bahwa cara orang tua atau guru kita dahulu, tidak selalu sesuai jika diterapkan kepada anak dan cucu kita dikarenakan setiap zaman memiliki situasi dan tantangan yang berbeda.
Kyai Habib juga menekankan agar pada guru juga melakukan pembelajaran sesuai zamannya semisal pembelajaran bersama anak dengan pemanfaatan media AI. Dalam makalah atau catatan diskusi yang beliau tulis, Kyai Habib juga menyampaikan mengenai 2 hal yang terkait Nilai-nilai Pendidikan Islam sebagai Pondasi yang terkait dengan (1) tiga pilar utama dalam pendidikan Islam yakni : Iman, Ilmu, dan akhlak; dan (2) prinsip pendidikan ulama salaf. Kyai Habib juga menguraikan tentang Strategi Mendidik Generasi Z di Era Digital yang meliputi : 1) Komunikasi: Dari Instruksi ke Dialog; 2) Aturan Digital Keluarga; 3) Penguatan Identitas Keagamaan; 4) Keteladanan Orang Tua; 5) Kolaborasi Sekolah–Orang Tua–Pesantren.

Seminar kali ini diikuti dengan sangat antusias oleh semua peserta seminar. Banyak orang tua (wali santri), pengasuh santri (mbak kamar) yang mengajukan pertanyaan dan konsultasi tentang pengasuhan anak-anak mereka kepada kedua narasumber.
Seminar kali ini juga mendapatkan sambutan yang menggembirakan dari para peserta seminar parenting. Salah satu peserta seminar parenting, Ibu Yanti, wali dari santri Tazkia Nuril Ulayya menyatakan kesannya mengikuti seminar, “Kesan untuk saya, nggeh intinya menambah pengalaman saya.”
“Mantab sekali. Alhamdulillaah sangat menginspirasi dan memotivasi kami sebagai orang tua,” tutur Ibu Laili, orang tua atau wali dari santri Ahmad Subhi Azda Assabri menyampaikan seusai acara.
Penulis Berita : Mar’atul Uliyah, S.S.