(Ponpes Al-Imdad – Bantul) – Pada Jum’at (8/5) Bimbingan Konseling MA Unggulan Al-Imdad menyelenggarakan “Workshop “Manajemen Emosi untuk Remaja Cerdas”. Workshop diselenggarakan di dua lokasi berbeda dalam waktu bersamaan yakni untuk santri putra kelas X di Kompleks Pondok Pesantren Al-Imdad II, Kedung, Guwosari, Pajangan, Bantul dan untuk santri putri kelas X di Kompleks Pondok Pesantren Al-Imdad I, Wijirejo, Pandak, Bantul. Rizki Nur Pratama, S.Pdi. menjadi narasumber untuk kompleks putra dan Malihah Al Azizah, S.Psi menjadi narasumber di kompleks putri.
K.H. Ahmad Murod, S.Ag., Kepala MA Unggulan Al-Imdad menyampaikan sambutannya di workshop di kompleks putri, “Terimakasih kepada ibu narasumber, kepada bapa ibu panitia workshop, dan siswa yang berkenan mengikuti workshop. Tantangan santri dalam menjalani hari-hari di pondok sangatlah banyak, salah satu faktornya karena hidup dengan teman-teman setiap hari. Di workhsop ini kalian akan dilatih bagaimana memanajemen emosi kalian, agar setiap emosi yang muncul bisa dikelola dengan baik. Semangatlah dalam mengikuti workshop ini,!” pesan K.H. Ahmad Murod, S.Ag.
Narasumber workshop menyampaikan materi tentang konsep emosi dan mjiskonsepsi emosi yang dipahami oleh khalayak umum. Emosi terkait dengan perasaan marah, senang, sedih, ataupun malu yang kesemuanya telah dibuat oleh Allah SWT. Hal ini juga dilandaskan pada Q.S. An-Naim ayat 45 dan Q.S. Ali Imran ayat 134 terkait perintah Allah agar perasaan yang hadir pada diri kita hendaknya dikendalikan dan bukan dilarang merasakan adanya emosi-emosi yang suatu ketika hadir pada diri manusia.

Narasumber juga menjelaskan bagian-bagian otak manusia yang terhubung dengan emosi. Selain hal itu, narasumber juga menjelaskan bagaimana respon laki-laki dan perempuan terhadap emosi. Pada akhir workshop, peserta diminta untuk menulis di atas selembar kertas yang dibagi menjadi 2 sisi. Sisi kiri ditulisi perasaan negatif yang dialami selama seminggu ini dan sisi kanan ditulisi perubahan pikiran dan emosi dari cerita sisi kiri kemudian dicari hal positifnya dari rasa negatif yang dialaminya.
Para santri yang antusias mengikuti workshop, telah menunggu sesi tanya jawab untuk mendapatkan doorprise dari sesi ini. Najma, santri kelas X1 ini berkesempatan bertanya kepada narasumber, “Bagaimana agar yang kita ceritakan ke teman, tidak disebarkan ke yang lain?” tanyanya. Menanggapi hal ini, narasumber menjawab, “Bisa dengan cara Journaling. Kita bisa kontrol mana yang bisa kita share ke teman dan mana yang tdak bisa kita share ke teman agar cerita kita tetap aman,”saran narasumber.
Diakhir workshop, narasumber berpesan, “Semua yang muncul pada diri kita termasuk pikiran, emosi kita itu datangnya dari Allah, maka kita perlu ingat semua itu juga akan kembali pada Allah, karena semua milik Allah. Semoga ini menjadi penguat untuk kalian semua dalam menjalani belajar di pondok,” pesannya. [MU, AK].